Lalu Masa

Hari ini tak seperti biasa, Fahri mengajakku ke restoran Saudi. Ikut gaya petinggi juru dakwah katanya. Suap kebab dan roti maryamnya berhasil. Dia memaksaku menjadi pendengar setia celotehannya. Tak mengapa, kebab penuh bawang bombay ini. Fahri: Mas, Imam Ghazali itu salah ya Aku: Hushh..ngawur kamu. Ulama ahli nasihat kamu bilangin salah Fahri: Aku bingung e … Continue reading Lalu Masa

Jogja Adalah Minimal

Yogja adalah minimal. Terngiang ia bermakna permulaan bukan ukuran. Mesin waktu selalu menjadi fantasi yang menyenangkan. Karena kembali ke permulaan itu selalu menyenangkan. Kembali ke permulaan, kembali ke minimal kembali ke Jogja. Fahri menolak untuk ikut. Alasannya ia tak sanggup kembali ke kota ia dilahirkan. Usianya kini 27 tahun tapi ia dilahirkan empat tahun silam, … Continue reading Jogja Adalah Minimal

Simpang Lima

Semarang. Fahri tiba-tiba berceloteh padaku tentang sejarah masa lampau. Dia lebih sering meringis dan menggeleng-gelengkan kepala saat cerita. Seolah aku hanya patung dengan dua telinga. Sore ini Fahri menyeret-nyeretku dari meja kerja ke Stasiun Gambir. "Nang Semarang dab!" katanya tanpa sedikitpun menoleh ke belakang. Baiklah, lagi pula aku butuh sedikit jalan-jalan. Tak tanggung, ia mendudukkanku … Continue reading Simpang Lima

Namanya Fahri

Namanya Fahri. Tidak terlalu jelas kapan dia muncul. Maksudku muncul di dunia ini sekaligus muncul di ruang-ruang tanpa sekat. Fahri hari ini sudah berumur 27 tahun. Tergolong tua jika dia belum menghasilkan apa-apa. Tergolong muda jika dia belum selesai dengan apa yang ada di tangannya. Fahri barusan bangun, kemudian menyeret-nyeret tanganku minta diantarkan ke kamar … Continue reading Namanya Fahri

Hidup Itu Dinilai dari Akhirnya

"Hidup ini dinilai dari akhirnya" Dulu ketika aku hidup di masjid kalimat seperti itu selalu dikumandangkan, bahkan hampir tiap pekan. Hidup itu bukan dinilai diawal atau prosesnya, tapi berkesudahannya. Sebenarnya tak begitu-begitu amat teksnya, kalau tak salah lebih sesuai "amal itu dinilai dari kesudahannya". Toh amal dilakukan sepanjang kita ini hidup, begitu pembelaannya. Adigium ini … Continue reading Hidup Itu Dinilai dari Akhirnya