Semarang. Fahri tiba-tiba berceloteh padaku tentang sejarah masa lampau. Dia lebih sering meringis dan menggeleng-gelengkan kepala saat cerita. Seolah aku hanya patung dengan dua telinga. Sore ini Fahri menyeret-nyeretku dari meja kerja ke Stasiun Gambir. “Nang Semarang dab!” katanya tanpa sedikitpun menoleh ke belakang.

Baiklah, lagi pula aku butuh sedikit jalan-jalan. Tak tanggung, ia mendudukkanku di kursi eksekutif. Katanya ini uang umat, tinggal nikmati empuk, dingin, dan makanan gratisnya. Baiklah..

Tak sekerjap pun dia diam. Fahri semangat sekali menceritakan tentang Semarang yang langganan banjir itu. Bicaranya tak jauh-jauh soal Simpang lima dan Tembalang. Malas aku jadinya karena itu tempat standar. Tapi sebuah bilik sempit di sudut Tembalang yang panas menarik perhatian.

Fahri pernah merasakan sebuah kekuatan bilik dan keintiman darinya. Ini bukan soal gratifikasi syahwat. Ini tentang pelarian dan kembali pulang dalam episode hidup Fahri. Fahri harus menempuh tiga jam dari kerajaan Alun-alun Kidul demi mencari jalan pulang. Di kota lumpia dan wingko babat. “Aku pernah tersesat mas.”

Setiap orang hidup bagi Fahri episode merasa jatuhnya pasti lebih banyak dari merasa berhasil. Kita ini suka dengan dramatisasi penderitaan. Apa yang Fahri temukan dalam jenak sego gandhul hanyalah sederhana. Duduk semeja dan semangkuk mie ayam dengan kawan lama. Fahri merasa pelarian itu sesekali perlu, untuk mencari seseorang di dunia lama yang memiliki bekal kekinian. Fahri menampar kesadaranku bahwa membaca cerita orang baik itu lebih utama dibanding membaca cerita orang yang nampak baik.

Saat aku tanya di lepas malam selepas Stasiun Cirebon apa yang dia dapat di Semarang. Malas Fahri menjawab sambil mulut penuh mie instan rasa ayam bawang. “Kisah Abu Ubaidah bin Jarrah bro!”

Advertisements

4 thoughts on “Simpang Lima

  1. Kembali aktif di blog dengan sudut pandang yang lebih fresh dalam penulisannya..

    Dua tulisan terakhir memunculkan tokoh Fahri… Membuat sudut pandang masa lalu dan masa kini 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s