aaaApa kaitan klub sepak bola Persibo dan Ujian Nasional (UN) ? tak ada kaitan khusus sebenarnya. Tapi mari kita lihat apa yang terjadi dengan Persibo di ajang Piala AFC melawan Sunray Cave JC Sun Hei Hongkong beberapa waktu lalu.

Kalah 0-8 dan pertandingan dihentikan menit ke-65 karena hanya ada enam pemain Persibo di lapangan hanyalah ekses. Gamblang, pelatih Persibo Gusnul Yakin menyebut faktor keuangan dan kedatangan ke Hongkong di hari pertandingan sebagai biang keladi. Kita lihat, faktor teknis manajerial teramat mempengaruhi apa yang terjadi di lapangan. Mental bobrok, fisik drop berakhir muncul dugaan suap.

Kisah-kisah mirip terjadi juga di penyelenggaraan UN. 11 provinsi harus menunggu hingga Kamis(18/4) untuk melahap soal UN 2013. Faktornya teramat teknis bagi penyelenggaraan evaluasi tahap akhir siswa (apapun bentuk dan namanya) yang sudah berlangsung berpuluh tahun. Percetakan terlambat produksi, kualitas menurun dan produksi tersentral di Jawa. Efeknya persis, mental siswa terganggu, tenaga kedodoran untuk pengiriman dan kini muncul dugaan tak sedap saat tender.

Mental jelas jadi sorotan. Bagaimana tidak makin grogi, sekarang tiap sekolah menggelar doa bersama, muhasabah, training motivasi dan pelbagai acara seragam. Siswa menangis kencang-kencang, orang tua ikut sibuk, guru-guru pontang panting. Acaranya sendiri bagus, lha acara inget Tuhan. Tapi ini cerminan UN itu sesuatu yang menakutkan sehingga harus diberani-beranikan lewat doa-doa. Itu kalau jadwalnya beres, kalau molor?

Soal dugaan tak beresnya proses tender, saya hanya bisa mengumpulkan pertanyaan sekaligus pernyataan. Anggota komisi X DPR RI Dedy Gumelar menanyakan kalau tidak siap kenapa perusahaan bisa menang tender?  Geografis Indonesia yang luas kenapa terkumpul di Jawa? siswa di Yogya,Aceh, Garut, Jakarta Utara menanyakan kenapa kualitas kertas sangat tipis?

Inspektur IV Inspektorat Jendral Kemdikbud Amin Priatna menyatakan info PT Ghalia Printing tidak mampu menyelesaikan soal didapat H-2 UN. Direktur Utama PT Galia Printing Indonesia Hamzah Lukman mengaku banyak bahan materi tidak tertampung dan perlu menambah pekerja. Kita pun jadi berkerut bertanya, bagaimana spesifikasi perusahaan saat tender?

Momentum ini sekaligus menjadi pintu masuk evaluasi total pelaksanaan UN. Kriteria kelulusan yang hampir tiap tahun berubah ibarat membuat siswa jadi kelinci percobaan. Kurikulum 2013 tak luput dari kontroversi. Pemberlakuan evaluasi belajar tahap akhir harus ditentukan formula baku selaras kurikulum yang hendak diluncurkan. Pengalaman berganti kebijakan untuk UN selama 10 tahun terakhir cukup jadi bahan ‘uji coba’.

Dan akhirnya sebuah penyemangat klise namun selalu perlu. Untuk adik-adik peserta UN, persiapan kita yang cukup tak akan jadi masalah saat menghadapi 20 set soal sekalipun. Tetap banyak berdoa (yang ini tetap sangat perlu), dan tetap fokus meski ada kasus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s