<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>the beginning of revolution</title>
	<atom:link href="http://muftisany.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muftisany.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 13:44:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='muftisany.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/4350c8dc3e2a705c6e4e12fe8f77037f?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>the beginning of revolution</title>
		<link>http://muftisany.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://muftisany.wordpress.com/osd.xml" title="the beginning of revolution" />
	<atom:link rel='hub' href='http://muftisany.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sesat inpo</title>
		<link>http://muftisany.wordpress.com/2012/01/14/sesat-inpo/</link>
		<comments>http://muftisany.wordpress.com/2012/01/14/sesat-inpo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 09:20:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muftisany</dc:creator>
				<category><![CDATA[celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://muftisany.wordpress.com/?p=349</guid>
		<description><![CDATA[Nyoba ngeblog via henpon.seorang kawan pernah berkata,saking bnyakny informasi yang masuk bisa membuat kita sesat.tentu maksudny sesat informasi.ini menjadi menarik ketika hari ini kita disuguhkan berjuta informasi dalam htungan menit.beragam media yang mengelilingi kita harus berpacu dengan berapa kue iklan yang harus disampaikan.sehingga informasi dari kwalitas A sampai ecek-ecek mau tidak mau harus kita perhatikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muftisany.wordpress.com&amp;blog=620501&amp;post=349&amp;subd=muftisany&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nyoba ngeblog via henpon.seorang kawan pernah berkata,saking bnyakny informasi yang masuk bisa membuat kita sesat.tentu maksudny sesat informasi.ini menjadi menarik ketika hari ini kita disuguhkan berjuta informasi dalam htungan menit.beragam media yang mengelilingi kita harus berpacu dengan berapa kue iklan yang harus disampaikan.sehingga informasi dari kwalitas A sampai ecek-ecek mau tidak mau harus kita perhatikan (ini debatable)</p>
<p>Eh btw apa yg dimaksud informasi kwalitas A apa yg dimaksud informasi ecek-ecek? Ancaman pembunuhan rosalindo manulang it ecek-ecek atau info followerny marissa haque jadi 20rb gara2 twitwar it kwalitas A? Karena saya menganut faham bebas dan bertanggung jawab maka jawabany sangat subjektif.adanya beragam media dgn informasiny menangkap peluang masing2 orang dengan kbutuhan informasi yg berbeda pula.orang yg butuh tau kelanjutan twit war marissa haque jelas tidak butuh infrmasi politik,korupsi apalagi kriminal.orang yg suka politik bakal meremehkan info ttg statemen kevin aprilio ttg marissa haque.tiap orang punya kbutuhan masing2 akan informasi.asal bertanggung jawab, rak yo ngono to rek?<br />
Jadi maksudku, biar tidak sesat kita harus punya garis batas informasi2 apa yg aku butuhkan? It hrus dijawab soalny klo engga nonton suara anda ga ad bedany dgn silet investigasi</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muftisany.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muftisany.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muftisany.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muftisany.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muftisany.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muftisany.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muftisany.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muftisany.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muftisany.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muftisany.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muftisany.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muftisany.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muftisany.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muftisany.wordpress.com/349/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muftisany.wordpress.com&amp;blog=620501&amp;post=349&amp;subd=muftisany&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muftisany.wordpress.com/2012/01/14/sesat-inpo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0326a5f91291da789c3a541e7e001011?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">muftisany</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>post1</title>
		<link>http://muftisany.wordpress.com/2012/01/06/post1/</link>
		<comments>http://muftisany.wordpress.com/2012/01/06/post1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 15:00:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muftisany</dc:creator>
				<category><![CDATA[ga penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muftisany.wordpress.com/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[melihat sekitar adalah melihat sekitar itu sendiri. maksudnya melihat dalam arti sebenarnya. jujur ya, setelah gusti pangeran nagsih kesempatan kita melek, kita jarang sekali benar-benar memperhatikan sekitar. agak lebay mungkin tapi misalnya ini bangun tidur liat bantal, Ya Allah ini bantal harganya 20 rb, dulu ada yg lebih bagus hrganya 30rb, lbih empuk tapi aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muftisany.wordpress.com&amp;blog=620501&amp;post=347&amp;subd=muftisany&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>melihat sekitar adalah melihat sekitar itu sendiri. maksudnya melihat dalam arti sebenarnya. jujur ya, setelah gusti pangeran nagsih kesempatan kita melek, kita jarang sekali benar-benar memperhatikan sekitar. agak lebay mungkin tapi misalnya ini bangun tidur liat bantal, Ya Allah ini bantal harganya 20 rb, dulu ada yg lebih bagus hrganya 30rb, lbih empuk tapi aku beli yang ini, murah karena memang tidak ada uang, masyaAllah betapa butuh usaha yg keras untuk mendapatkan uang, alhamdulillah bisa beli bantal walo murah dan sederhana. wah mantep tuh, atau Ya Allah ini bantal asalanya dari kapas, ntu kapas kan taneman ya Allah, kok bisa tumbuh gt ya, pasti ada campur tanganMu, masyaAllah tuh kapas yang tau dari pohon di daerah mana, sapa yang  nanem sampe juga buat saya tidur disini. tuh bibit kapas pertama kali juga atas kuasa Mu duh gusti pangeran. gitu mantep ya, sayangnya ga pernah tuh kita ngelakuin itu, hanya sekedar melihat saja&#8230;</p>
<p>eh pendengaran ama penglihatan lebih didahulukan mana ? pernah denger sesungguhnya Allah menciptakan pendengaran, penglihatan dan hati untuk dimintai pertanggungjawabannya. apakah urutan penyebutan ini menunjukkan skala prioritas. mungkin sama pentingnya, pendengaran dan penglihatan itu gerbang masukknya ilmu. orang yang mungkin buta, indra pendengarannya kabarnya bakal jauh lebih peka. maka ketika kita jarang sekali jujur melihat sesuatu dengan lebih dalam, jangan2 kita juga jaraaang sekali benar-benar mau mendengar lebih dalam. kita ini kan cenderung good speaker (minimal dalam hati kita ngomelnya) dibandingkan kita mau belajar mendengar yang benar-benar mendegar -iki aku ngomong opo?</p>
<p>nulis 3 paragraf aja susahnya oke kita lanjut ya, ini tentang perenungan. pernah gak merasa tiba-tiba hening, kalau pas kita merenung. senyum pun kayak dipaksain klo lagi ada masalah. kita perlu sometimes melakukan apapun lebih dalam, merasakan tiap detiknya dan membiarkan waktu berjalan lambat. itulah poinnya, kita mneghargai setiap perpindahan durasi, dan kita memerlukan itu untuk memperbaiki semuanya. eh iya, barusan ngomong di radio yang menjadi masalah dalam hidup kita itu bukan masalahnya, bukan soal ujiannya tapi cara kita menyikapi malasah alias jawaban2 kita di soal ujian kita. secara logika, sesungguhnya jalan keluar itu ada di dalam diri kita, serius. yang kita perlukan hanya melakukan semua lebih dalam, lebih menghela nafas, kadang kosong menerawang, mengingat siluet kobodohan kesalahan kita, sedikit sungging senyum atas dilatasi memory bodoh itu kemudian begitu saja, ya begitu saja menyeruak pikiran-pikiran yang kusut kemudian terurai dan mengelompok satu per satu, antri untuk bisa kita ambil menjadi solusi solusi dan amal-amal nyata. -iki ngomong opo menehhh</p>
<p>sudah ya, innamal a&#8217;malu binniyat, niatnya belajar nulis blog lagi kok, kontenya penting tapi ga terlalu penting buat saat ini, cuman pengen nulis</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muftisany.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muftisany.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muftisany.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muftisany.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muftisany.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muftisany.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muftisany.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muftisany.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muftisany.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muftisany.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muftisany.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muftisany.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muftisany.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muftisany.wordpress.com/347/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muftisany.wordpress.com&amp;blog=620501&amp;post=347&amp;subd=muftisany&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muftisany.wordpress.com/2012/01/06/post1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0326a5f91291da789c3a541e7e001011?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">muftisany</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>penyebab stress *ilmiah</title>
		<link>http://muftisany.wordpress.com/2011/12/25/penyebab-stress-ilmiah/</link>
		<comments>http://muftisany.wordpress.com/2011/12/25/penyebab-stress-ilmiah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Dec 2011 05:16:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muftisany</dc:creator>
				<category><![CDATA[ga penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muftisany.wordpress.com/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[hello world, kepaksa nulis. bukan apa-apa hanya dan karena hanya SARIAWAN!! sariawan yang tidak normal. alhamdulillah hehe. di beberapa tempat dan lebih dari 3 hari. ini tidak normal seperti biasanya. sudah dihajar 4 bungkus xon-C, adem sari bergelas-gelas dan 3 botol besar You C 1000 ga manjur. curiga curiga jangan-jangan ini karena satu penyebab besar. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muftisany.wordpress.com&amp;blog=620501&amp;post=343&amp;subd=muftisany&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hello world, kepaksa nulis. bukan apa-apa hanya dan karena hanya SARIAWAN!! sariawan yang tidak normal. alhamdulillah hehe. di beberapa tempat dan lebih dari 3 hari. ini tidak normal seperti biasanya. sudah dihajar 4 bungkus xon-C, adem sari bergelas-gelas dan 3 botol besar You C 1000 ga manjur. curiga curiga jangan-jangan ini karena satu penyebab besar. STRESS !!</p>
<p>yap sodara-sodara, setelh ane browsing2, bener salah satu penyebab sariawan agak lama adalah stress. dan bener selama sepekan ini alhamdulillah merasakan ketakutan yang luar biasa, stress lah bahasa gampangnya, walo g sampe ngompol si. sodara-sodara, makanya biar ga stress atau minimal mengurasi stress kepaksa deh nulis</p>
<p>nulis apa yak enaknya, ini aja, penyebab-penyebab stress untuk pemula, jika anda mengalaminya segera hubungi mbak aa burjo minta adem sari atau mb indomaret minta xon-c. sariawan-sariawan dah..<br />
dan inilah penyebab-penyebab stress bagi pemula</p>
<p>1. Kuliah 7 tahun ga lulus-lulus<br />
kalau kuliah ga lulus-lulus trus diminta lulus, ditanyain lulus, dipaksa lulus tapi ga lulus juga maka ga lulus-lulus itu adalah penyebab stress. termasuk membaca tulisan lulus itu sendiri. ada berapa tulisan lulus barusan ? eh kok ngomongin ga lulus si, emang siapa yang ga lulus ? tuh kan ga lulus itu penyebab stress bagi pemula. maka saranku, segeralah..segeralah bertaubat</p>
<p>2. liat temen gendong anak (dua)<br />
bagi pemula, melihat kawan yang memomong anak (dua) adalah akumulasi dari stressor. bagaimana tidak, ketika kawan sebaya sudah mengganti popok anaknya, seorang pemula masih mengganti popok sendiri. wah ini bahaya kawan, maka jangan dekat-dekat dengan kawan yang sudah beranak (dua). sudah belum lulus (1), belum kerja (2), belum menikah (3), belum punya anak (4), belum punya anak kedua (5). bayangkan ada 5 keperihan ketika melihat kawan sejawat menggendong anaknya. terlebuh kalau kawan itu minta kita yang menggendong anaknya..stress</p>
<p>3. punya duit banyak<br />
bagi pemula yang 5 kali dihajar kepedihan diatas, sungguh sulit mempunyai uang banyak. lha nggo opo rek ? beli susu bayi engga, belanja beras engga, polis asuransi engga, KPR opo maneh, kredit motor ga sanggup. wah ini siksaan. makanya orang-orang pemula selalu pas-pasan karena tuhan memang menghendaki keseimbangan. sekali dikasih duit banyak, stress</p>
<p>4. ga pernah apdet blog<br />
wah bagi pemula, apdet blog adalah bukti eksistensi. mereka memerlukan itu. maka sekali jarang apdet blog, apalagi berbulan-bulan, sudah nikmati judgemnet kesengsaran. lha ngurus blog aja ga becus, apalagi ngurus orang lain ? maka untuk pemula-pemula yang jarang apdet blog cam kan kata-kataku ini &#8220;sariawan itu sakiiiit bung !!&#8221;</p>
<p>5. lingkungan yang baru<br />
bagi pemula yang biasa hidup ngontrak trus disuruh jadi takmir masjid itu stress</p>
<p>6. teman baru<br />
bagi pemula, kalo ada orang tiba2 mengenalkan diri trus pinjem ATM beserta PIN itu stress</p>
<p>7. baju baru<br />
alhamdulillah&#8230;dipake dihari natal</p>
<p>8. ditemukan penyebab stress baru<br />
bagi pemula yang sudah mengalami stress dari faktor2 diatas, ketika para ahli stress menemukan penyebab stress baru, maka pemula akan stress kenapa penyebab stressnya bukan penyebab stress yang baru ditemukan oleh ahli stress</p>
<p>ok dude, kita ketemu lagi di 021</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muftisany.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muftisany.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muftisany.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muftisany.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muftisany.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muftisany.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muftisany.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muftisany.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muftisany.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muftisany.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muftisany.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muftisany.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muftisany.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muftisany.wordpress.com/343/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muftisany.wordpress.com&amp;blog=620501&amp;post=343&amp;subd=muftisany&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muftisany.wordpress.com/2011/12/25/penyebab-stress-ilmiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0326a5f91291da789c3a541e7e001011?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">muftisany</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>makarya</title>
		<link>http://muftisany.wordpress.com/2011/10/25/makarya/</link>
		<comments>http://muftisany.wordpress.com/2011/10/25/makarya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 08:11:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muftisany</dc:creator>
				<category><![CDATA[ga penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muftisany.wordpress.com/?p=339</guid>
		<description><![CDATA[Bekerja adalah ibadah. Bagi semua lulusan pelajaran agama dari bab bersuci sampai sholat jenazah, mestinya sadar betul bahwa bekerja adalah ibadah. Ayatnya ? hadistnya ? aku tidak pandai merapalnya, tpi baiklah setidaknya aku pernah mendengar sedekah terbaik adalah dinar yang dinafkahkan untuk keluarga. Begitu mungkin, maaf kawan kapan-kapan kita telusuri bersama kaidah dasarnya, termasuk tafsir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muftisany.wordpress.com&amp;blog=620501&amp;post=339&amp;subd=muftisany&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bekerja adalah ibadah. Bagi semua lulusan pelajaran agama dari bab bersuci sampai sholat jenazah, mestinya sadar betul bahwa bekerja adalah ibadah. Ayatnya ? hadistnya ? aku tidak pandai merapalnya, tpi baiklah setidaknya aku pernah mendengar sedekah terbaik adalah dinar yang dinafkahkan untuk keluarga. Begitu mungkin, maaf kawan kapan-kapan kita telusuri bersama kaidah dasarnya, termasuk tafsir kau ini boleh hidup karena memang tugasmu hanya dan hanya buat ibadah. Logikanya –semacam tafsir hermeunetik- engkau ini hidup kan tidur, ya tidur itu harus ibadah, engkau melek ya melek itu harus ibadah, engkau mukul orang ya mukul orang itu harus ibadah. Smoga ada yang memukul aku jika memang logika ngawurku ini salah, jadi mudahnya kau pun cari duit itu ya harus ibadah. Disini berlaku kaidah pokokne . Jadi jangan di debat kalo sudah pokokne. Pokokne cari duit itu harus ibadah, titek.</p>
<p>Mangkanya, orang-orang serikat pekerja yang ngumpat2 minta tambahan duit itu niatnya cari duit apa cari duit harus ibadah ? ga nrimo itu orang. Sudah dikasi upah, sekian sekian bilangnya ga cukup. Lho tapi kang, kalau mereka tereak-tereak, trus tereak-tereak mereka itu diniiatkan untuk ibadah juga gimana ? yang the most ibadah yang mana ? ini malaikatnya juga pada bingung, lha semua pake nawaitu..</p>
<p>Entahlah, tapi kita akan merasakan betul perbedaan kita ini berkarya untuk materi atau untuk materi yang harus ibadah. Semua sudah tergariskan bukan ? nah ketika ketika kita mendapatkan hasil yang tidak sesuai ekspektasi maka disitulah cara paling mudah agar malaikat kanan dan kiri tidak bingung. Kecewa atau bersyukur. Kawan sejawatku pernah berkata, semua pasti ada balasannya. Dan bisa jadi di dunia, tidak menunggu di akhirat. Totalitas adalah keharusan dalam nilai samawi ini di satu sini, di sisi lain kelaikan atas hasil adalah hasil kompromi panjang atas jiwa memberontak, syukur menerima, dan mulut-mulut yang harus diberi makan. Aku tidak tau bagaimana caranya abdurahman bin auf pergi dengan telapak kosong, kemudian menggemgam sebutir emas dan dijadikannya mahar. Tidak ada penjelasan lebih selain dia ke pasar dan bekerja, itu saja bekerja. </p>
<p>Totalitas dalam pasti akan medapatkan jawabannya pada suatu ketika. Jika hasilnya kurang, maka kita hanya diminta menambah daya jelajah. Jika hasilnya sesuai ekspektasi kita hanya diminta menambah daya jelajah, jika hasilnya berlebih kita hanya diminta menambah daya jelajah<br />
Selamat bekerja kawan, karena bekerja itu adalah untuk mencari uang yang harus bernilai ibadah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muftisany.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muftisany.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muftisany.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muftisany.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muftisany.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muftisany.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muftisany.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muftisany.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muftisany.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muftisany.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muftisany.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muftisany.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muftisany.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muftisany.wordpress.com/339/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muftisany.wordpress.com&amp;blog=620501&amp;post=339&amp;subd=muftisany&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muftisany.wordpress.com/2011/10/25/makarya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0326a5f91291da789c3a541e7e001011?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">muftisany</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Taqaballahu minna wa minkum</title>
		<link>http://muftisany.wordpress.com/2011/09/02/taqaballahu-minna-wa-minkum/</link>
		<comments>http://muftisany.wordpress.com/2011/09/02/taqaballahu-minna-wa-minkum/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Sep 2011 00:46:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muftisany</dc:creator>
				<category><![CDATA[celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muftisany.wordpress.com/?p=334</guid>
		<description><![CDATA[admin blog ini mengucapkan &#8220;Taqabalallahu minna wa minkum&#8230;&#8221; semoga di amiini trus mendoakan sayah balik&#8230;lg butuh doa itu deh<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muftisany.wordpress.com&amp;blog=620501&amp;post=334&amp;subd=muftisany&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>admin blog ini mengucapkan</p>
<p>&#8220;Taqabalallahu minna wa minkum&#8230;&#8221;</p>
<p>semoga di amiini trus mendoakan sayah balik&#8230;lg butuh doa itu deh <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muftisany.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muftisany.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muftisany.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muftisany.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muftisany.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muftisany.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muftisany.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muftisany.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muftisany.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muftisany.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muftisany.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muftisany.wordpress.com/334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muftisany.wordpress.com/334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muftisany.wordpress.com/334/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muftisany.wordpress.com&amp;blog=620501&amp;post=334&amp;subd=muftisany&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muftisany.wordpress.com/2011/09/02/taqaballahu-minna-wa-minkum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0326a5f91291da789c3a541e7e001011?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">muftisany</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ukuran</title>
		<link>http://muftisany.wordpress.com/2011/08/16/ukuran/</link>
		<comments>http://muftisany.wordpress.com/2011/08/16/ukuran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2011 06:01:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muftisany</dc:creator>
				<category><![CDATA[celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muftisany.wordpress.com/?p=332</guid>
		<description><![CDATA[Ukuran-ukuran apa yang kita pakai untuk menakar sesuatu ? subyektif boleh dijadikan takaran nilai. Berarti adakah nilai keadilan didalamnya ? mari bergulat untuk itu. Berdiam dalam pergulatan adalah aib terbesar. Tapi bukankah orang-orang pintar itu meminimalisir ego subjektif dengan membuat kesepakatan-kesepakatan ? bahwa menghilangkan nyawa manusia itu adalah bui hukumnya. Bahwa menzinai anak perempuan orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muftisany.wordpress.com&amp;blog=620501&amp;post=332&amp;subd=muftisany&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
     Ukuran-ukuran apa yang kita pakai untuk menakar sesuatu ? subyektif boleh dijadikan takaran nilai. Berarti adakah nilai keadilan didalamnya ? mari bergulat untuk itu. Berdiam dalam pergulatan adalah aib terbesar. Tapi bukankah orang-orang pintar itu meminimalisir ego subjektif dengan membuat kesepakatan-kesepakatan ? bahwa menghilangkan nyawa manusia itu adalah bui hukumnya. Bahwa menzinai anak perempuan orang itu hukumnya boleh. Bahwa meledakkan bom di keramaian adalah ditembak ditempat dan sebagainya sebagainya. Jika ada yang tak bersepakat dengan usaha meminimalisir subjektifitas itu apakah masih bisa disebut subjektif ? itu hanya pemaksaaan tolol dari sebuah system yang kemudian pun secara sepihak disebut negara hukum</p>
<p>	Brontak boleh lah sekali-kali, hanya kadang sulit menrima penilaian-penilaian orang atas subjektifitas-menurutku. Bahwa ganteng itu putih dan tinggi, bahwa bekerja itu lulusan UGM, bahwa bodoh adalah tidak bisa mengkali dan membagi dalam rumus, bahwa kalau tidak begini maka tidak begitu. Menyebalkan sekali kadang. Apakah lantas hidup ini harus dipenuhi dengan aturan-auran yang disepakati orang-orang pintar itu lantas kita hars tunduk padahal kita tidak bersepakat ? Adakah sebuah nilai yang orang tanpa reserve menerima aturan-aturan subjektifitas itu dan memberontak baginya adalah dosa terbesar yang harus dibalas dengan rajam dan pengusiran ? ya ada sebuah nilai itu.</p>
<p>	Maka sungguh paling adil adalah nilai yang orang pun tak bisa memberontak atas nilai, tapi diberikan koridor luas dalam menterjemahkan kreasi-kreasi. Nilai-nilai samawi menurutku adalah sebuah nilai yang mewakili itu semua. Pergoresan antar nilai samawi musa, isa kemudian Muhammad adalah sebuah perjalanan panjang revisi atas nilai samawi. Jika sebuah komunitas dengan subjektifitas kolektif –yang sekarang kita sebut sebagai objektif- mengharuskan kita meminum minuman memabukkan dalam sebuah jamuan, maka nilai-nilai samawi secara subjektif kelangitan membatasinya. Nah Kalau ada dua nilai kebenaran subjektif seperti ini , lantas mana yang kita anut ? aku manusia dan subjektifitas kolektif itu juga buatan manusia lalu kenapa aku repot-repot tunduk pada yang sejajar dan selurus ?</p>
<p>	Jadi berhentilah menilaiku dalam segala kapasitasku, minimal untuk 2 bulan ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muftisany.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muftisany.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muftisany.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muftisany.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muftisany.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muftisany.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muftisany.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muftisany.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muftisany.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muftisany.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muftisany.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muftisany.wordpress.com/332/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muftisany.wordpress.com/332/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muftisany.wordpress.com/332/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muftisany.wordpress.com&amp;blog=620501&amp;post=332&amp;subd=muftisany&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muftisany.wordpress.com/2011/08/16/ukuran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0326a5f91291da789c3a541e7e001011?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">muftisany</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>radikalisasi</title>
		<link>http://muftisany.wordpress.com/2011/08/05/radikalisasi/</link>
		<comments>http://muftisany.wordpress.com/2011/08/05/radikalisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Aug 2011 07:49:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muftisany</dc:creator>
				<category><![CDATA[celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muftisany.wordpress.com/?p=328</guid>
		<description><![CDATA[Hai, lama ga ketemu. OK aku salah, tapi aku kini kesini kan. Menjengukmu barang sebentar. Ah banyak cerita yang ingin kukesalkan seperti biasa jaman-jaman kita karib dulu. Tapi biarlah begini dulu saja, aku ingin sedikit bercerita di ujung kenapa aku lama pergi. Biar kita bisa lama berbincang semalaman. Tapi jangan salahkan aku kalau aku pergi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muftisany.wordpress.com&amp;blog=620501&amp;post=328&amp;subd=muftisany&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hai, lama ga ketemu. OK aku salah, tapi aku kini kesini kan. Menjengukmu barang sebentar. Ah banyak cerita yang ingin kukesalkan seperti biasa jaman-jaman kita karib dulu. Tapi biarlah begini dulu saja, aku ingin sedikit bercerita di ujung kenapa aku lama pergi. Biar kita bisa lama berbincang semalaman. Tapi jangan salahkan aku kalau aku pergi tiba-tiba ya, entahlah aku ini tahanan yang hanya bisa menemuimu dalam durasi.</p>
<p>Kau tentu masih ingat aku dulu kan, ya masa-masa dimana rapal ayat menjadi kewajiban, dendang takbir menggema auditorium, berdiri di podium mengumpat Israel dan menyarankan menutup aurat. MAsa-masa yang kadang beberapa orang menyebutnya masa lalu. Ah masa lalu itu menggoda sekali, masa lalu identik dengan dilupakan, masa lalu sejurus dengan kata tidak usah difikirkan terlalu. Terjadi maka terjadilah, ia benar-benar menjadi masa lalu. Celaka betul aku ini, seharusnya masa lalu beranjak menuju hidayah dan taubat. Kan begitu roda nasib orang-orang. Eh celaka aku jurstru mengalami sbaliknya. Kadang aku berfikir bertemu kamu sebanding dengan kondisi seberapa sering aku ingat tuhan</p>
<p>Iya iya, aku masih berpeci, aku masih mengucap salam, masih membisikkan afwan, masih menasehati untuk tidak pacaran, masih mendengar nasyid haraki penggugah jiwa, masih bernafas tazkiyatn  nufs. Eh tahukah engkau dengan cirri-ciri Abdullah bin ubay bin sahul ? ah aku terinfeksi akut, mengerikan memang. Gatal semua tubuhku tapi aku menikmatinya. Jijik aku melihatnya tapi aku terlelap memeluknya. Begini ya, semua tidak lebih kepada uang. Edan betul makhluk bernama uang itu. Aku berpeci tapi dengan peci itu orang memberiku uang, aku merapal hadist, dengan buaian itu orang senang dan memberiku uang, aku mengajak sholat tahajud pada rakaat pertama, orang memberiku uang. Dan dengan uang pula kini degradasi (aku sedang mencari kosakata yang lebih tidak sopan dari degradasi) akhlaq sedang menghujam.<br />
Wah celaka betul aku ini. Kau bahkan ku kotori dengan gambar-gambar sampah hahahaha, maaf maaf maafkan aku ya. Aku tau engkau berontak, tapi aku ta bisa mendengarmu, headset diruangan itu memekaan telinga sekali, kau mau tau apa bunyinya ? uang.</p>
<p>Aku hampir lupa ayat ini jika tidak diungkapkan seorang tua dari palestina siang ini yang jauh-jauh mungkin datang kesini untuk menasehatiku dengan ayat ini “sesungguhnya Allah telah membeli dari kaum mukminin jiwa dan harta mereka untuk ditukar dengan syurga, mereka berperang di jalan Allah hingga mereka membunuh atau terbunuh.” Syukurlah syaikh tua itu menamparku dengan ayat idola kita dahulu, ya dahulu. Maka hari ini semoga aku berdiri di garda depan untuk melawan deradikalisasi, karena anak-anak muda hari ini membutuhkan  RADIKALISASI !!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muftisany.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muftisany.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muftisany.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muftisany.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muftisany.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muftisany.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muftisany.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muftisany.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muftisany.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muftisany.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muftisany.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muftisany.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muftisany.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muftisany.wordpress.com/328/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muftisany.wordpress.com&amp;blog=620501&amp;post=328&amp;subd=muftisany&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muftisany.wordpress.com/2011/08/05/radikalisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0326a5f91291da789c3a541e7e001011?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">muftisany</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>anak sunda itu</title>
		<link>http://muftisany.wordpress.com/2011/05/09/anak-sunda-itu/</link>
		<comments>http://muftisany.wordpress.com/2011/05/09/anak-sunda-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 May 2011 02:52:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muftisany</dc:creator>
				<category><![CDATA[celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muftisany.wordpress.com/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[Ruangan mungil ini yang mempertemukan kami. Ruang sempit dan penuh dokumen berserakan seolah kontras dengan bangunan megah yang menaunginya. Inilah anak-anak muda dengan ketidakmapanannya terhadap kondisi orang-orang yang mereka sebut ummat. Dan disinilah aku bertemu dengannya, seorang kawan sekaligus pemimpinku. Kami bergabung dalam sebuah institusi Unit Kegiatan Mahasiswa, yang mendiami pojok sayap selatan masjid kampus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muftisany.wordpress.com&amp;blog=620501&amp;post=316&amp;subd=muftisany&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>         Ruangan mungil ini yang mempertemukan kami. Ruang sempit dan penuh dokumen berserakan seolah kontras dengan bangunan megah yang menaunginya. Inilah anak-anak muda dengan ketidakmapanannya terhadap kondisi orang-orang yang mereka sebut ummat. Dan disinilah aku bertemu dengannya, seorang kawan sekaligus pemimpinku. Kami bergabung dalam sebuah institusi  Unit Kegiatan Mahasiswa, yang mendiami pojok sayap selatan masjid kampus UGM. Setahun perjalanan tidak mempertemukan kami dalam kerja-kerja bersama. Kesibukan dalam divisi masing-masing memang cukup hanya mengenalnya sebagai bagian besar keluarga shalahuddin. Tahun kedua, kami dipilih menjadi pengurus harian. Kami yang termuda diantara pengurus harian. Menjadikan kami harus merajut mimpi bersama, tidur bersama, mengorek keuangan kami bersama, saling traktir di angkringan kampus sebelah dan semua kosakata kebersamaan. Dia memimpin sebuah divisi sosial pendidikan shalahuddin. Mengumpulkan dana ZISWAF dan menyalurkan ke yang berhak. Bahkan di tengah kesulitan yang menderanya sendiri dia berdiri di garda depan dalam penyaluran bantuan. Ah, bukan melebih-lebihkan penggambaran tentangnya, tapi demikianlah adanya. Bahkan bagiku, dia memenuhi semua kriteria sebagai mustahiq dari divisi yang dipimpinnya. Sedang aku berkutat dengan anak-anak  hanya untuk mendatangkan ustadz untuk mengisi kajian saja kesulitan setengah mati. Divisiku memang bertugas mencerahkan ummat dengan kajian-kajian keislaman, duhai indah sekali pekerjaan itu. Namun selebihnya hanya retorika. Sedangkan kawanku ini, hmm kau tau setiap musim semester dan pembayaran kuliah tiba, para lelaki shalahuddin di jamanku selalu kebingungan, dan periksalah inbox di hp monocrhom mereka dan pasti ada jawaban “maaf, ane sendiri juga kesulitan keuangan.” Termasuk aku dan tentu saja sahabatku ini. Aku lebih beruntung memang, sedikit support dari keluarga, sedang dia hanya mengandalkan beasiswa yang kadang tak tepat waktu. Dan setahun kedua, mendudukkan kami dalam kesejajaran, namun aku lebih menjunjung inferiorku dibanding dirinya, seorang yang mendedikasikan dirinya tinggal di masjid kecil, dan haqqul yakin kau tak akan tahan dengan sempitnya kamarnya.</p>
<p>            Tapi bukan itu semua yang ingin aku ceritakan. Tahun ketiga adalah puncak dari semuanya. Pergantian pengurus adalah kemestian. Dan kali ini giliran angkatanku yang akan memegang kendali. Dan kalian tahu kan siapa yang akan menjadi pucuk pimpinan tertinggi di shalahuddin ? Semua berjalan normal, dan rata-rata 10 hari kami harus berdebat, mengajukan argumentasi, loby-loby dan tertawa. Waktu yang terlampau lama mungkin bagi sebuah UKM di UGM untuk musyawarah akhir tahun, tapi inilah tradisi kami. Tak ada hegemoni dan semua bebas untuk berekspresi. Tibalah hari terakhir, entah ini mungkin budaya yang tak patut ditiru, pemilihan ketua shalahuddin dilanjutkan sampai dini hari. Karena itu agenda terakhir, sekali lagi tak usahlah kalian tiru bagian ini. Tahun sebelumnya hanya satu yang bersedia dan akhirnya aklamasi, karena begitu tidak inginnya anak-anak ini menjadi orang yang akan dihisab dengan tanggung jawab besar menahkodai shalahuddin. Tapi aku pastikan itu tak terjadi tahun ini. Yang memenuhi syarat administratif akan ditanyai kesanggupan satu persatu, dan disinilah syahidlah beberapa kawan yang bersikap realistis. Aku mendapatkan giliran pertama, dengan mantab aku jawab bersedia, alasannya sangat aduhai, jika tidak ada yang bersedia maka kaderisasi shalahuddin gagal total menjadikan anak-anak ini sebagai pemimpin, dan aku mengambil tanggung jawab itu, maju dalam pemilihan ketua shalahuddin.tanpa tendensi dan tentu saja tanpa dukungan. Dan seperti dugaanku, anak-anak mendorong dia untuk maju juga, secara apapun bisa jadi aku kalah mutlak, tapi tekadku untuk maju tak terbendung. Akhirnya 2 orang maju, dan waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Melelahkan. </p>
<p>           Kami diungsikan keluar, sementara anak-anak bermusyawarah menentukan siapa yang akan memimpin mereka. Aku tak sempat  bicara dengannya, dia langsung berwudhu dan tahajjud, sedang aku memilih tidur-tiduran di masjid, lelah, capek dan tak peduli lagi dengan keadaan sekitar</p>
<p>03.00<br />
Tak ada tanda-tanda musyawarah selesai, ada secercah harapan bahwa mereka belum menemukan kata sepakat, artinya aku diperhitungkan</p>
<p>03.30<br />
Terlelap,  mengelap dan belum ada tanda manusia-manusia itu keluar memberitahukan kami harus masuk, kulihat dia masih duduk bersila, fikirku tak mungkin dzikir pasti tertidur</p>
<p>04.00<br />
Aku dibangunkan anak muda tak sopan ini, kelelahan aku. Ah datang juga akhirnya, saat-saat pengumuman. Harapanku  terjadi deadlock dan voting terjadi. Kami duduk di kursi masing-masing. Pimpinan sidang mulai berbicara dan terlihat sekali bagaimana dia memilih kata-katanya. Tidak terjadi voting !! dan hanya satu nama yang  diumumkan sebagai pucuk pimpinan sekaligus pembawa beban ini setahun kedepan, nama itu diumumkan dan terdengar tak asing di telingaku : Nia Suryana</p>
<p>         Dan seperti ritual 3 tahun berturut-turut, pemimpin shalahuddin diambil sumpahnya tepat adzan subuh meraung-raung. Entah apa arti semua ini, dan 2 tahun belakangan itulah aku adalah orang pertama kali yang menangis, benar-benar menangis dan aku jarang menangis. Aku menangisi orang yang diambil sumpahnya didepan itu, kasihan sekali dia harus membawa berat beban itu, aku menangis padahal orang yang didepan sama sekali tak meneteskan air mata. Tangisku semakin menjadi karena kali ini, dia yang diambil sumpahnya. Tangisku buncah ketika aku memelukanya pertama kali, kubisiskkan kata yang entah darimana menyeruak begitu saja, “sabar ya yan, sabar. Kami akan membantu, insyaAllah.” Dan sejurus itulah motivasi terbesarku sebenarnya untuk maju sebagai calon ketua. Motivasiku adalah membersamainya dalam prosesi yang berat ini, yah membersamainya. Aku tahu aku tak punya banyak kans, pun dalam musyawarah tadi hanya satu orang, ya satu orang yang mendukungku habis-habisan, selebihnya melimpahkan kepercayaannya kepada dia. Dan aku bertekad membersamainya, bahkan sebelum anak-anak itu bilang akan membersamainya dalam kepengurusan kedepan, aku berkewajiban untuk membersamainya bahkan sebelum beban-beban itu dilimpahkan kepadanya. Dan tangisku reda dengan kata-katanya “ini adalah pilihan manusia, tapi kalau Allah mengijinkan pilihan ini, Dia pasti tak akan membiarkan hambanya sendirian dalam pilihan itu, dan pagi ini Allah telah mengijikan pilihan itu.”</p>
<p>Dedicated for nia suryana<br />
JS 1 1428-1429 H yang harus tetap berjuang pasca shalahuddin, untuk perjuangan menghidupi diri dan adik-adik pasca fitnah  dan untuk semua kosakata kebaikan yang terkumpul padanya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muftisany.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muftisany.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muftisany.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muftisany.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muftisany.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muftisany.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muftisany.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muftisany.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muftisany.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muftisany.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muftisany.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muftisany.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muftisany.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muftisany.wordpress.com/316/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muftisany.wordpress.com&amp;blog=620501&amp;post=316&amp;subd=muftisany&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muftisany.wordpress.com/2011/05/09/anak-sunda-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0326a5f91291da789c3a541e7e001011?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">muftisany</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>henpon part 2 #ukhuwah</title>
		<link>http://muftisany.wordpress.com/2011/03/25/henpon-part-2-ukhuwah/</link>
		<comments>http://muftisany.wordpress.com/2011/03/25/henpon-part-2-ukhuwah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Mar 2011 09:27:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muftisany</dc:creator>
				<category><![CDATA[celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muftisany.wordpress.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[Akh ukhuwah..banyak tulisan mengupasnya, banyak mulut menceritakannya. Selama ada kehidupan, relasi antar hamba masih terjalin, ukhuwah akan hadir. Ikatan yang berkasih sayang, bukan semata relasi. Aku berkelahi dengan orang itu relasi, relasi menmuakkan. Ukhuwah melampaui itu semua, dia hanya terikat dengan yang baik, walau belum mengenal nama sekalipun Lelah dengan preambulenya, aku ingin memberikan fenomena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muftisany.wordpress.com&amp;blog=620501&amp;post=313&amp;subd=muftisany&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akh ukhuwah..banyak tulisan mengupasnya, banyak mulut menceritakannya. Selama ada kehidupan, relasi antar hamba masih terjalin, ukhuwah akan hadir. Ikatan yang berkasih sayang, bukan semata relasi. Aku berkelahi dengan orang itu relasi, relasi menmuakkan. Ukhuwah melampaui itu semua, dia hanya terikat dengan yang baik, walau belum mengenal nama sekalipun</p>
<p>Lelah dengan preambulenya, aku ingin memberikan fenomena tentang kosakata ini kawan. Aku pelaku dan mungkin ada banyak pelaku-pelaku lain. Aku mengenal anak-anak masjid sejak lama. Mereka punya hipotesa bahwa Negara ini bias benar hanya dengan sabar dan sholat. Mereka tersenyum, bergerak, berjingkat dengan bermodal semangat bahwa islam akan kembali jaya. Itu proses pencarian yang lama, dan bahkan mereka rela mati untuk itu. Sebuah nilai yang mengagumkan bukan ? entah kebetulan atau seperti apa, aku lihat dari segi ekonomi ya rata-rata hamper mirip. Ekonomi kelas menengah, lahir dari ayah ibu tamatan SMA dan berusaha keras agar anaknya selesai kuliah. Ini tak bias dipukul rata, tapi fenomenanya seperti ini, kesederhanaan itu kata kuncinya. Bagi sebagian mereka yang sangat mampu, mereka akan menyesuaikan dengan lingkungan kawan-kawan yang “sederhana”</p>
<p>Tahukah apa harta paling berharga yang mereka miliki ? sepeda motor ? ah itu hak pakai bukan hak milik, coba saja mereka berani menggadaikan sepeda motor, habis urusan dengan orang tua. Ya, harta mereka yang paling berharga adalah handphone. Dan disinilah letak keajaiban itu, handphone ukhuwah.<br />
Mereka mendapatkan nilai bahwa member itu haruslah yang terbaik. Apalagi untuk saudaranya, ini bisa diterima semua orang kan.Dan ketika diminta sedekah dengan sedekah terbaik, maka logikanya adalah handphone mereka adalah harta terbaik. Dan inilah beberapa kisah handphone ukhuwah yang sempat aku saksikan</p>
<p><span id="more-313"></span><br />
Ada seorang lelaki muda, duduk dihadapan deretan orang sebaya. Tertunduk rerata kawan-kawan sejawatnya ini. “saya minta yang laki-laki pengurus untuk keluar ke halaman, hukum diri kalian dengan mengelilingi lapangan , sekarang !!” runagan senyap, wajah-wajah tegang menghiasi, lalu bisik-bisik menyeruak mengiringi orang-orang yang diminta berlari di siang bolong termasuk lelaki muda yang di depan itu. Selepas ritual lari usai, lelaki ini kembali berucap “ada al akh yang di fitnah tetangganya bahwa keluargannya mengamalkan praktek perdukunan, iya ada diantara kita, tahukah kalian ?” semua peserta kaget, namun terdiam. Malu dengan kosakata ukhuwah. “al akh ini diusir dari kampung halamannya, dan memerlukan bantuan kita, tahukah kalian ?” semakin sepi, semakin menunduk. “kemudian ada kawan-kawan siang malam hadir tanpa dana, menghadirkan pemira agar berjalan lancar, mereka bekerja keras dengan keterbatasan, tahukah mereka sedang diantara kalian ?” anak-anak sebaya ini kembali tersentak, jikalau ada kosakata lebih tinggi dari malu, mereka pasti menggunakannya. “kawan, saya tidak akan pergi sebelum ini –ia mengeluarkan kantung kresek- terisi penuh dengan harta terbaik kalian, untuk al akh yang terkena fitnah dan agenda-agenda dakwah siyasah, saya sekali-kali tidak akan beranjak sebelum ini penuh kawan-kawan !” aku menyaksikan ritual itu, aku tahu kapasitas keuangan anak-anak ini, dan mereka benar-benar hadir dalam nuansa yang membuat bulu romaku merinding, uang, cincin dan handphone. Yah ada handphone, semua diruangan ini pasti sepakat itu adalah harta terpentingnya, dan dia malu kepada Allah karena tidak bisa menghadirkan uang atau yang lain, tapi harta terbaikknyaAku menyaksikan semua itu dan inilah handphone ukhuwah yang pertama<br />
Aku mengenal lelaki muda lain, dia sudah menjadi bapak sekarang. Ada ungkapan “semua lelaki brengsek !!” aku fikir orang yang mengatakan itu harus bertemu lelaki ini. Aku tau karena aku satu atap dengannya beberapa saat. Lelaki lain hadir dan tiba-tiba ditanya oleh kawanku ini “si fulan hapenya hilang ya ?” “ane ada 2 hape, dipake saja ga usah dibayar.” Biasa saja memang, tapi sekali lagi kawan handphone bagi orang-orang ini adalah barang paling berharga. Aktivitas yang seabrek mengandalkan betul alat ini untuk berkomunikasi. Tak ada beban, tak ada piker-pikir bahkan sebelum ditanya, dia sudah bertanya dan berinisiatif. Ini sebuah kesadaran bahwa saudaranya lebih membutuhkan daripada dia, ah aku tak perlu mengutip hadist untuk kejadian ini. Aku menyaksikan semua itu dan inilah handphone ukhuwah yang kedua</p>
<p>Sejurus dengan cerita pertama, di suatu malam disebuah masjid berkumpul anak-anak ini. Mereka mendaras ayat-ayat alqur’an . Menangisi dosa dan memberikan wejangan kepada saudaranya. “perhatian semuanya, maaf menggangu aktifitas antum semua, ada sedikit pengumuman.” Semua terfokus, semua menunggu. “akh fulan bapak beliau sakit, sekarang beliau harus pulang untuk menemani.Kita semua tahu kondisi akh fulan dan bagaimana komitmennya terhadap dakwah, malam ini kita akan mengahdirkan yang terbaik untuk beliau, tafadhal.” Ada satu lelaki yang tertunduk, nama yang disebut barusan adalah adik aktivitasnya, bagaimana mungkin dia tidak tahu kondisinya ? dia melihat dompet, kosong. Saku jaket, kosong. Ah di tas mungkin, kosong. Ya Rabb, bahkan untuk acara inipun dia meminjam temannya. Tapi ah tidak, dia masih memiliki satu, handphone. Maka dilepaslah SIM card, ada buncah rasa yang berbeda, dimasukkan ke dalam kantong, dan legalah semua rasa. Berat memang, tapi ia sudah buktikan bahwa ia berusaha memberikan yang terbaik. Aku menyaksikan semua itu dan inilah handphone ukhuwah yang ketiga</p>
<p>Kawanku ini akan menikah, pengantin baru ceritanya. Aku tahu persiapannya seperti apa. Sepeserpun ia tak meminta orang tua. Semua ia hadirkan dalam balutan kedewasaan dan kemandirian. Singkat kata semua berjalan menyenangkan, sehari selepas menikah ada yang berbeda darinya. Ia memegang handphone baru. Lelaki lain menggodanya, “handphone baru mas ?” “ ohh iya, yang satu ilang pas akad kemaren ada di mobil gay a ?” “wah ilang, ga tau mas ta tanyain yang punya mobil dulu.” Kawanku ini memang punya 2 handphone, satu untuk pribadi dan satu untuk bisnis. HP yang untuk bisnis hilang ketika akad, dan dia akhirnya membeli yang baru. Kemungkinan memang di mobil yang dipinjam dari sodara si lelaki yang bertanya tadi. Dan memang benar, selang beberapa hari kemudian, lelaki yang bertanya tadi membawa HP lama dia yang ketinggalan di mobil. Allah, kalian tahu bukan kebutuhan orang menikah di awal-awal “ wah ada yang mau beli handpone ini gay a, lagi butuh ni.” Semua kawan-kawan terdiam, si lelaki yang bertanya tadi berkata “dijual berapa mas ?” “ ya seharga HP baru yang saya beli, buat nuker ni.” Dan kalian tahu bagaimana endingnya ? lelaki ini tidak membutuhkan HP baru sebenarnya, tapi karena dia tahu betul bagaimana kebutuhan kawanku ini, dibelilah HP tadi, seharga HP baru. Tak ada tawar-menawar bahkan menurutku harganya masi cukup tinggi. Tapi semuanya menjadi tidak berarti kawan, ada nilai yang mereka pegang, erat dan kencang. Berpindalah HP itu dan justru HP itu yang dipake lelaki itu, sebuah bentuk mengenang akan persaudaraan. Aku menyaksikan semua dan inilah handphone ukhuwah keempat</p>
<p>Dan kali ini aku pelakunya kawan.Aku memiliki handphone yang rencana awalnya tidak kujual, namun semua berputar kan ? aku butuh uang, dan taulah kalian 2 x aku ke pegadaian untuk menyambung kebutuhan. Dan aku sudah mantap jual HP yang kupakai sekarang. Headsetnya masih ketinggalan di rumah seorang ustadz, maka aku sms “ ustadz, afwan headsetnya sudah ketemu belum ya, HP nya mau ta jual.” Sejam dua jam tak ada balasan, sms masuk “afwan akh tadi saya cari-cari kok masih ga ketemu, tapi saya yakin kebawa pas pindahan kemaren, sudah saya bongkar semua tak ketemu. Memang mau dijual berapa ?” deghh ternyata lama balas karena beliau membongkar semua barang. Ya, ustadz ini sedang pindahan rumah kontrakan. “afwan tadz jadi ngrepotin, mau ta jual 600 rb.” Sms meluncur. Cepat dibalas “kalau gitu ana beli saja ya, 600 ya.” Deghh masyaAllah, semakin ngrepotin. Saya tahu beliau tidak butuh HP, beliau punya 2 HP walau sederhana, sangat sederhana malah. “afwan tadz, ga usah tadz ane ga enak, gapapa headsetnya insyaAllah.” Sms ku langsung dijawab “ane aja enak kok, antum ga enak, deal ya 600.termasuk headsetnya kan  ?” ada nada canda dalam sms nya, ya Allah saya memang butuh uang, tapi kenapa jadi begini. Setelah difikir sebentar kuputuskan dijual ke ustadz ini “ Ya ustadz insyaAllah.” Padahal di kaskus orang-orang menawar sadis, ustadz ini tanpa menawar dan aku ga tau apa betul beliau butuh benar itu HP. Ah aku butuh uang kawan, segera…dan dikesempatan yang lain bertemu dengan ustadz ini berkelakar beliau berkata “wah ane ga pernah beli HP semahal ini akh..bingung hehe.” Aku ikut tersenyum, getir. Allah aku menyaksikan semua ini dan inilah handphone ukhuwah kelima</p>
<p>Inilah mozaik handphone ukhuwah, sederhana memang karena mereka hanya memiliki HP sebagai barang paling berharga. Maka hingga hari ini pun mereka masih dalam kesederhanaanya. Detik ini mereka tak akrab dengan BBM, BB, smartphone, android, ipad, galaxy tab atau sejenisnya. HP mereka masih HP polyphonic atau HP china double SIM card, mereka masih berdiri tegak disana dan itulah persembahan terbaik mereka. Mereka memberikan yang terbaik yang mereka punya, uang, waktu, tenanga, fikir, untuk saudaranya. Atau mungkin memberikan belahan hatinya, untuk saudaranya. Sesuatu yang tak lazi di era ini, namun Sa’ad bin rabi’sudah menjadi pionir dengan tawaran kepada Abdurrahman bin auf</p>
<p>Baiklah kawan, selamat ber ukhuwah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muftisany.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muftisany.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muftisany.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muftisany.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muftisany.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muftisany.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muftisany.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muftisany.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muftisany.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muftisany.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muftisany.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muftisany.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muftisany.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muftisany.wordpress.com/313/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muftisany.wordpress.com&amp;blog=620501&amp;post=313&amp;subd=muftisany&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muftisany.wordpress.com/2011/03/25/henpon-part-2-ukhuwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0326a5f91291da789c3a541e7e001011?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">muftisany</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>henpon part 1 #filosofi</title>
		<link>http://muftisany.wordpress.com/2011/03/21/henpon-part-1-filosofi/</link>
		<comments>http://muftisany.wordpress.com/2011/03/21/henpon-part-1-filosofi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Mar 2011 22:58:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>muftisany</dc:creator>
				<category><![CDATA[celoteh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muftisany.wordpress.com/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[Kalian punya handphone ? yes, semacam alat untuk memijit badan kalau pegal. Hand itu tangan phone itu telephone. Tele itu jauh phone itu suara kesimpulannya handphone adalah tangan ame suara itu sodara jauh. Jadi begini sodara-sodara maren pas ustadz jefri a.k.a UJE ngisi ceramah di UIN LIKE yojo, beliau menganalogikan klo wajah kita ne, inget [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muftisany.wordpress.com&amp;blog=620501&amp;post=309&amp;subd=muftisany&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalian punya handphone ? yes, semacam alat untuk memijit badan kalau pegal. Hand itu tangan phone itu telephone. Tele itu jauh phone itu suara kesimpulannya handphone adalah tangan ame suara itu sodara jauh. Jadi begini sodara-sodara maren pas ustadz jefri a.k.a UJE ngisi ceramah di UIN LIKE yojo, beliau menganalogikan klo wajah kita ne, inget ya wajah kita pade itu mirip banget ama henpon. Here is the proof</p>
<p>Muka kita diibaratkan wallpaper brader, trus mulut kita ne ringtones, kita punya mata itu sebut saja dia kamera ato video, nah kita punya memory internal namanya otak. Pas kita bayi, baru lahiran semua settingan itu sama. Kyak henpon baru-baru ituh, semua settingan sama. Mau bayi amrik, yunani, euroasia, Libya, jepang atau kulonprogo podo bae..karena blom di customize. Ini landasannya yang hadist sema bayi itu dilahirkan dalam fitrah, tinggal bokap nya aja mau njadiin Benjamin Netanyahu, Constantine ape Muhammad al fatih. Ini belom di customize guys..</p>
<p>Kita beralih ke mulut, ke ringtone kita. Kita kudu gunain ne ringtone paling selamet model getar ato silent..kalau ringtonenya udah support mp3, mIDI , wav ato bahkan mp4 wah bisa berabe tuh mulut…kerjaannya ngomongin  orang aje, ne kayak hadist ente pade kalo ga bias ngomong baek ya diem.maka mode getar n silent aling slamet de. Dan ga semua kesempatan ngomong itu bae, meski yang diomongin kebaikan, pas sholat trus tiba-tiba ne henpon bunyih “barakallahulakuma wa Baraka ALAY kuma wa jama’a bainkuma fii khairi syalalalala….” Wuidiih tuh jemaah samping kanan kiri langsung berdoa…kalian tau apa isi doanya.  Hmmm ada kalimat yang mengatakan teko hanya bakal mengeluarkan apa yang ada didalamnya, nah lho klo kita ditelpon trus RBT nya bunyi “barisan mujahid melangkah ke depan, tanpa ragu hadapi rintangan!!!” itu tandanya kita baru baca bukunya aku bukan teroris ! lalu klo bunyih “suatu hari ku kan mengerti, siapa yang paling kucintai, dalam mihrab cinta ku berdoa, padaNya…” nah ini tandanya kite kaga punya duit buat nonton pelm. RBT mewakili suasana hati guys, jadi mulut ini juga mewakili bagaimana hati kita sebenarnya..so don’t go anywhere stay tune on ninetin tu point triii ep-em..</p>
<p>Hati kita kudu baek, kudu bersih buat nerima yang bersih. Klo belajar kok ga masuk masuk, hafalan qur’an kok ga hapal-hapal itu tandanya receiver kita nda beres. Koneksi programnya “not instally correctly please tell ur grandma for this case..happy new year” . klo kita pengen dapet lailatul qodar gimana critanya klo sinyal kita buruk, receiver kita bermasalah..kudu sinkron guys, lo ma dapet yang baek ? lo baikin diri duluan noh..</p>
<p>Memory ? wah ini ne..semua activity diluar sms,nelpon dan aktivitas standart henpon ada disini. Semua aplikasi dipasang di memory, tingkah laku ente itu berdasar fikiran ente, viktor mulu ya perbuatannya kotor mulu. Fikiran lo curigaaa terus, ya selamat empet-empetan tuh hati..take it easy guys karena kata hadist semua amal itu sesuai niatan kita pada…nawaitu shouma ghoti an ardai….</p>
<p>Masih banyak lagi si but, bangun tidur henpon yang kita pegang, ketiduran henpon yang kita genggam..jadi bangun tidur hati yang lo Tanya uda bersyuur belom ? mau molor hati lagi lo liat udah ngitung dosa berapa biji hari ini…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/muftisany.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/muftisany.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/muftisany.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/muftisany.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/muftisany.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/muftisany.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/muftisany.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/muftisany.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/muftisany.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/muftisany.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/muftisany.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/muftisany.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/muftisany.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/muftisany.wordpress.com/309/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=muftisany.wordpress.com&amp;blog=620501&amp;post=309&amp;subd=muftisany&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muftisany.wordpress.com/2011/03/21/henpon-part-1-filosofi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0326a5f91291da789c3a541e7e001011?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">muftisany</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
