the beginning of revolution

Just another WordPress.com weblog

makarya

on October 25, 2011

Bekerja adalah ibadah. Bagi semua lulusan pelajaran agama dari bab bersuci sampai sholat jenazah, mestinya sadar betul bahwa bekerja adalah ibadah. Ayatnya ? hadistnya ? aku tidak pandai merapalnya, tpi baiklah setidaknya aku pernah mendengar sedekah terbaik adalah dinar yang dinafkahkan untuk keluarga. Begitu mungkin, maaf kawan kapan-kapan kita telusuri bersama kaidah dasarnya, termasuk tafsir kau ini boleh hidup karena memang tugasmu hanya dan hanya buat ibadah. Logikanya –semacam tafsir hermeunetik- engkau ini hidup kan tidur, ya tidur itu harus ibadah, engkau melek ya melek itu harus ibadah, engkau mukul orang ya mukul orang itu harus ibadah. Smoga ada yang memukul aku jika memang logika ngawurku ini salah, jadi mudahnya kau pun cari duit itu ya harus ibadah. Disini berlaku kaidah pokokne . Jadi jangan di debat kalo sudah pokokne. Pokokne cari duit itu harus ibadah, titek.

Mangkanya, orang-orang serikat pekerja yang ngumpat2 minta tambahan duit itu niatnya cari duit apa cari duit harus ibadah ? ga nrimo itu orang. Sudah dikasi upah, sekian sekian bilangnya ga cukup. Lho tapi kang, kalau mereka tereak-tereak, trus tereak-tereak mereka itu diniiatkan untuk ibadah juga gimana ? yang the most ibadah yang mana ? ini malaikatnya juga pada bingung, lha semua pake nawaitu..

Entahlah, tapi kita akan merasakan betul perbedaan kita ini berkarya untuk materi atau untuk materi yang harus ibadah. Semua sudah tergariskan bukan ? nah ketika ketika kita mendapatkan hasil yang tidak sesuai ekspektasi maka disitulah cara paling mudah agar malaikat kanan dan kiri tidak bingung. Kecewa atau bersyukur. Kawan sejawatku pernah berkata, semua pasti ada balasannya. Dan bisa jadi di dunia, tidak menunggu di akhirat. Totalitas adalah keharusan dalam nilai samawi ini di satu sini, di sisi lain kelaikan atas hasil adalah hasil kompromi panjang atas jiwa memberontak, syukur menerima, dan mulut-mulut yang harus diberi makan. Aku tidak tau bagaimana caranya abdurahman bin auf pergi dengan telapak kosong, kemudian menggemgam sebutir emas dan dijadikannya mahar. Tidak ada penjelasan lebih selain dia ke pasar dan bekerja, itu saja bekerja.

Totalitas dalam pasti akan medapatkan jawabannya pada suatu ketika. Jika hasilnya kurang, maka kita hanya diminta menambah daya jelajah. Jika hasilnya sesuai ekspektasi kita hanya diminta menambah daya jelajah, jika hasilnya berlebih kita hanya diminta menambah daya jelajah
Selamat bekerja kawan, karena bekerja itu adalah untuk mencari uang yang harus bernilai ibadah

Advertisement

14 Responses to “makarya”

  1. ardianfine says:

    pertamax diamankan…..

  2. sangprofesor says:

    menambah daya jelajah… baiklah…

    yup! selamat bekerja juga, pak

    *dan bekerja adalah ridha-Nya
    …juga ridha suami dink, bagi mereka(perempuan) yg sudah menikah…

  3. smartsholeha says:

    daya jelajah…. hmmm…
    #risma, sepakat de,,,,

  4. HaKim says:

    still muter-muter in makaryo… nice bro….

  5. Kalo bisa dapat multiple benefit knp pilih 1? Kan begitu ye… Jd saya mah setuju, segala aktivitas mesti diniatin bwt ibadah.InsyaALLAH, dunia dapet, akhirat juga dapet..

  6. Mari terus bekerja, Pid! Niatnya: semoga Allah meridhoi dan mendekatkan rizqi kita. ^_^

  7. wiwidia says:

    yang punya rumah ini kemana ya..

  8. langit11 says:

    bekerja harus bernilai ibadah, kalo pekerjaan tak bernilai ibadah beranikan diri berhenti dan menjelajah…:d

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.