the beginning of revolution

Just another WordPress.com weblog

radikalisasi

on August 5, 2011

Hai, lama ga ketemu. OK aku salah, tapi aku kini kesini kan. Menjengukmu barang sebentar. Ah banyak cerita yang ingin kukesalkan seperti biasa jaman-jaman kita karib dulu. Tapi biarlah begini dulu saja, aku ingin sedikit bercerita di ujung kenapa aku lama pergi. Biar kita bisa lama berbincang semalaman. Tapi jangan salahkan aku kalau aku pergi tiba-tiba ya, entahlah aku ini tahanan yang hanya bisa menemuimu dalam durasi.

Kau tentu masih ingat aku dulu kan, ya masa-masa dimana rapal ayat menjadi kewajiban, dendang takbir menggema auditorium, berdiri di podium mengumpat Israel dan menyarankan menutup aurat. MAsa-masa yang kadang beberapa orang menyebutnya masa lalu. Ah masa lalu itu menggoda sekali, masa lalu identik dengan dilupakan, masa lalu sejurus dengan kata tidak usah difikirkan terlalu. Terjadi maka terjadilah, ia benar-benar menjadi masa lalu. Celaka betul aku ini, seharusnya masa lalu beranjak menuju hidayah dan taubat. Kan begitu roda nasib orang-orang. Eh celaka aku jurstru mengalami sbaliknya. Kadang aku berfikir bertemu kamu sebanding dengan kondisi seberapa sering aku ingat tuhan

Iya iya, aku masih berpeci, aku masih mengucap salam, masih membisikkan afwan, masih menasehati untuk tidak pacaran, masih mendengar nasyid haraki penggugah jiwa, masih bernafas tazkiyatn nufs. Eh tahukah engkau dengan cirri-ciri Abdullah bin ubay bin sahul ? ah aku terinfeksi akut, mengerikan memang. Gatal semua tubuhku tapi aku menikmatinya. Jijik aku melihatnya tapi aku terlelap memeluknya. Begini ya, semua tidak lebih kepada uang. Edan betul makhluk bernama uang itu. Aku berpeci tapi dengan peci itu orang memberiku uang, aku merapal hadist, dengan buaian itu orang senang dan memberiku uang, aku mengajak sholat tahajud pada rakaat pertama, orang memberiku uang. Dan dengan uang pula kini degradasi (aku sedang mencari kosakata yang lebih tidak sopan dari degradasi) akhlaq sedang menghujam.
Wah celaka betul aku ini. Kau bahkan ku kotori dengan gambar-gambar sampah hahahaha, maaf maaf maafkan aku ya. Aku tau engkau berontak, tapi aku ta bisa mendengarmu, headset diruangan itu memekaan telinga sekali, kau mau tau apa bunyinya ? uang.

Aku hampir lupa ayat ini jika tidak diungkapkan seorang tua dari palestina siang ini yang jauh-jauh mungkin datang kesini untuk menasehatiku dengan ayat ini “sesungguhnya Allah telah membeli dari kaum mukminin jiwa dan harta mereka untuk ditukar dengan syurga, mereka berperang di jalan Allah hingga mereka membunuh atau terbunuh.” Syukurlah syaikh tua itu menamparku dengan ayat idola kita dahulu, ya dahulu. Maka hari ini semoga aku berdiri di garda depan untuk melawan deradikalisasi, karena anak-anak muda hari ini membutuhkan RADIKALISASI !!

Advertisement

12 Responses to “radikalisasi”

  1. Aisyah Farrezma says:

    Setahuq…pengukir sejarah itu tabah, kuat dan beriman!
    setahuq…pengukir sejarah itu tak pernah berlebihan memandang dirinya….selalu merasa harus memperbaiki diri.
    that’s Good!!
    Akhi…Lanjutkan perjuanganmu…

  2. HaKim says:

    ada apakah gerangan saudaraku ini… kok bahasanya berubah nich… hehe

  3. Seorng shbat(jg pndngar stia MQ) memberitahuq blog bbrpa pnyiarnnya, trmasuk blog ini…
    jd, numpang lewat nggeh Mz FG…
    Hmmm, Postingan d atas stlah brtmu syaikh dr palestina d Deresan tu ya. hamdalah, klo kt msh bisa mndngar mutiara dr kta2 seseorg. krn biasanya, kt mntup telinga dr mutiara-mutiara dr skeliling kt. hamdalah krna qt msh bs ‘mndengar’ dmna saat manusia hnya ingn ‘brkta2′
    Smngt Njih…
    (Btw koq da yg nmanya sm ma q ya. : Aisyah Farrezma??)

  4. iya makanya bingung….smg bukan hacker. tp mungkn tmen kost yg biasa bareng2….Af1 Jiddan.

  5. arohmanpanji says:

    radikal y? hmm, klo kata beberapa temen gw, untuk beberapa hal, kita emang perlu radikal, ato klo enggak yah, sabar aja…
    *yah, tetep saling mendoakan aja bos ^_^

  6. Adistya says:

    Sepakat.. di awal dulu, ane diajarin jadi RADIKAL sama KAMMI.. Humm.. sangat berkesan dan membekas..

  7. Adistya says:

    @moeft: hummz…awas ya antum..!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.