para aktivis anti korupsi kemaren bilang “klo dulu ‘98, ada ketidakadilan, masyarakat bergerak dalam arus besar di jalan, demo, aksi, people power, tapi sekarang ketika ad ketidak adilan, masyarakat memilih menggungkapkan dalam dunia kata, dunia ide, pemikiran dan dunia internet menjadi sebuah icon baru” hmmm perasaan baru nulis tetang online, terjawab sudah. di jejaring social, ramai orang 1 juta dukungan untuk, 2jt dukungan untuk, 3 milyar dukungan untuk bla bla bla, adeknya ga mau kalah, follow #blablala dan # blablabla. baiklah, merasakan tak pergeseran-pergeseran itu nampak ? dulu friendster merajalela, lalu blog menjadi primadona, anak-anak MIPA klo ga punya blog kayaknya bukan anak MIPA, ada bapak blogger, ada blog jadi buku, ada pesta blogger until now. namun nampaknya, kita sudah mulai malas nulis, mencurahkan ide, berbagi sampah dengan argumentasi, kini dewanya adalah update status, ur activity dan semuanya yang singkat dan menceritakan keadaan kita, mengomentari orang lain, dan i ilke it !!!
ki ngomong opo tha yo ? haha engga si, namanya juga lintasan fikiran. well done, seorang kawan menulis tentang doa, jadi teringat betapa seringnya kita dimintai doa “eh mas hafidz doain ya biar ini, ini, begini, dan begitu…” “jangan lupa doain yah…bla bla” “ya saling mendoakan saja, semoga kita ……..” pernah lah ya kita dimintai doa seperti itu dan kebanyak dari kita akan menganggukkan kepala, sedikit senyum dan berkata “iya, insyaAllah..” tapi pertanyaannya adalah, seberapa sering doa doa yang itu kita agendakan dalam doa kita yang kita panjatkan sungguh-sungguh diantara doa-doa egois kita ? selepas shalat, ketika kita mengangkat tangan karena begitu pelik masalah kita, seberapa kita ingat doa doa titipan saudara kita ? ah kau tanya aku ? TAK PERNAH !!
iya benar bahwa meng-IYA kan saja sudah merupakan doa, tapi ego kita dalam doa-doa panjang kita tak pernah kita bagi dengan orang lain yang berbusa kau sebut saudara seiman…ah maka itu ijinkan aku minta dengan tulus ikhlas, masukkan daftar doa ini dalam list panjang doa doa kalian, untukku, hanya untukku “Ya Allah, berilah hidayah pada hafidz muftisany amiiin”





Barusan Comments